SEA GAMES 2011

SEA GAMES 2011 Agustus 23rd, 2011

Di koran-koran lokal Sumatera Selatan, khususnya Palembang saat ini yang lebih sering beredar di rumah saya, sering saya temui tulisan, jargon, iklan penyuksesan SEA GAMES 2011 yang beredar kebanyakan diserati foto pejabat setempat. Nah, tentunya sebagai warga dunia maya yang baik, maka saya juga akan mengiklankan diri sebagai penyukses lokal hahahaha! yaa walau gak dicetak di atas spanduk-spanduk, atau di pajang di jalan-jalan arteri maupun media cetak, this is it, inilah persembahan kecil saya yang pertama! Mari sambut dengan tangan terbuka lebar dan tulus hati atas kedatangan atlit-atil nasional dan Asia tenggara.

warga blogger penyukses SEA GAMES 2011

warga blogger penyukses SEA GAMES 2011

Lampu Merah (part three, end)

daily Agustus 17th, 2011

Iya, saya memang tidak terlalu pintar, dari dulu juga seperti itu. IPK kelulusan saya pas-pasan, pas untuk hidup. Bahkan ketika ikut try out SPMB dulu persen nilai saya paling stabil di titik 35%, jarang mencapai angka 50% (untuk simulasi lulus minimal di kedokteran). Dari kemampuan saya yang ngepas ini, saya Cuma bisa bermain taktik di nilai, yaitu menjawab pertanyaan yang pasti bisa dijawab saja di soal-soal SPMB. Misalnya ketika di soal Matematika-IPA, sangat jarang saya bisa menjawab dengan benar soal tentang persamaan logaritma, jadi saya cukup fokus pada persamaan dasar. Yang logaritma sudah tentu tidak akan dikerjakan. Kalau begitu, sekeras apapun usaha saya, kalau memang tidak bisa ya tidak bisa. Susah payah saja! Dan mungkin hal itu masih berlaku sampai sekarang.

Destinasi (part two)

daily Agustus 17th, 2011

Jika mendengar kata “destinasi” maka yang terbayang adalah wajah innocent Siti Nurhaliza yang menyanyikan lagu “Destinasi Cinta”. Ah tapi biar agak dramatis, mari menyetel lagu “Trouble is a friend”-nya Lenka. Maka penderitaan saya akan menjadi sempurna.

Lampu Kuning (part one)

daily Agustus 15th, 2011

Ini bukan kisah lampu kuning yang ku terabas beberapa pekan lalu. Tapi ini tentang hari ini, hari panjang yang melelahkan dan berakhir dengan kelegaan, yang ceritanya saya bagi dalam beberapa partisi.
Sore ini (Senin,15/8), saya mempunyai agenda kecil untuk ifthor jama’i (buka puasa bersama) dengan sahabat-sahabat di kepanduan akhwat. Betul-betul agenda kecil yang membuat saya cukup terhibur. Bertemu teman-teman seperjuangan, sepersusahan, sepengasingan *halaah. This is it, saat nunggu waktu berbuka, saya buka tweetdeck dari robot ijo saya yang sudah beberapa hari ini gak sama sekali mengupdate status (tandanya lagi galau tingkat dewa). Terbacalah statusnya Dora yang lebih terlihat seperti pengumuman, bahwa temannya sedang mencari donor darah A untuk keperluan operasi keponakannya. Jadilah saya meng-sms Dora bahwa saya siap jadi donor. Entah apa yang ada dipikiran saya saat memutuskan untuk mendonor. Mungkin saya hanya ingin membuang kelebihan darah (gak masuk akal kan yak?!). Lalu saya mendapat nomor kontak temannya itu, Frengky, dan menghubunginya. Saya berpesan donornya selepas magrib saja, sekitar jam 7an.

Read the rest of this entry »

a little moodbooster

Uncategorized Agustus 13th, 2011

Ini adalah hari yang berat yang harus kami, terutama saya, lalui dengan penuh kepenatan dan air mata. Aku menghabiskan separuh hariku di tempat penenang jiwa.
Dukunganmu yang sedikit itu sangat berarti. Lebih dari itu aku butuh tissue, pundak, pelukan, tepukan bahu, dan penopang agar aku mampu bangkit kembali. Namun tak semua yang kubutuhkan hadir. Nyawaku diujung tanduk, semangatku telah buyar, dan tak mampu lagi ku retas hari. Aku limbung, hancur.

Published with Blogger-droid v1.7.4

Posting From Android

Uncategorized Agustus 12th, 2011

Ini postingan pertama dari blogger-droid, aplikasi blogger untuk android. Kira-kira bagus gak ya dibawa mobile?

Published with Blogger-droid v1.7.4

Aku Ingin

Uncategorized Agustus 10th, 2011

Aku ingin memiliki lengan yang kuat, agar mampu mengemban kepalamu saat kau ku dekap.
Aku ingin memiliki pundak yang kokoh, agar siap menampung segala beban dan air mata yang kau curahkan
Aku ingin memiliiki telapak tangan yang lebar, agar mampu memegang tanganmu saat kau terseret arus.
Aku ingin memiliki kaki yang kuat, agar mampu juga menopang berat tubuhmu saat kau tak sanggup berdiri di atas dunia.

Ramadhan Sebentar Lagi

Uncategorized Juli 27th, 2011

Telah datang kepada kalian, bulan agung penuh keberkahan. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Marhaban yaa Ramadhan…

 
Temans, guna kelancaran ibadah Ramadhan, saya, dari lubuk hati yang sangat dalam memohon maaf sebesar-besarnya atas segala salah dan khilaf terhadap perkataan, perbuatan, dan prilaku yang menyinggung ataupun tidak disuka. Semoga amal ibadah Ramadhan kita tahun ini mengalami kenaikan yang signifikan. Semoga barokah!

Well, ahad lalu saya menyempatkan diri berziarah (nyekar) ke makam mama dan nyai (nenek). Tak terasa, ini sudah menginjak Ramadhan kedua tanpa beliau. Bila diingat, maka saya masih akan menitikkan air mata mengingat kepergian beliau yang begitu cepat satu tahun yang lalu, dua bulan menjelang Ramadhan. Dan kesedihan beruntun ketika belum genap satu tahun kepergian mama, disusul oleh kepergian sang nenek. Tahun ini berlalu begitu sepi, tidak ada gairah hidup, dan menjadi pangkal segala masalah yang ku hadapi. Begitu aku merindukan mama, doa-doanya, dan amarahnya yang tidak pernah keluar dari mulutnya… aku rindu.. sungguh…

SGM!

daily, review Juli 19th, 2011

Alhamdulillah akhirnya setelah pertimbangan akhir yang matang, dan cukup puas browsing sana sini, beralihlah gadget saya. Samsung Galaxy Mini S-5570 jadi pilihan. Yang mini gini aja dianggap android kelas lowend karena harganya yang dibawah 2 juta, harga tepatnya pekan lalu saya beli 1,450 jt, sudah turun seratus ribu dari bulan lalu. Biarpun dibilang lowend, hp mini ini lumayan mantab. Spek-nya bisa di lihat di sini.

Untuk diketahui, saat membeli samsung galmin ini, fitur dan aplikasinya masih sangat standar. Oleh karena itu perlu “belanja-belanja” dulu di market-android. Belanjanya ada yang gratis ada yang bayar. Tapi karena tampang saya tampang pas-pasan dan gratisan, maka saya hanya perlu berlangganan internet yang unlimited data untuk download-downloaad aplikasi gratisan. Aplikasi gratisan ini jumlahnya sangat banyak, jadi jangan khawatir keluar uang untuk beli aplikasi. Karena android ini cukup menguras benwit, pastikan kamu berlangganan yang unlimited data agar puas meng-upgrade aplikasinya.

Sejauh ini sudah ada enam belas aplikasi yang saya pakai, sebelumnya ada yang sudah saya instal tapi karena gak sreg maka langsung uninstall. Antara lain:
- Facebook for android
- Yahoo Messenger
- Tweetdeck
- Anti Mosquito
- Anti virus
- Foursquare
- iQuran
- Opera mini (untuk browsing)
- Translate (kamus)
- Qibla compass
- Sky Frontier 3D (game)
- Vignette (edit foto)
- Basic player (player musik)
- Labyrinth Lite (game)
- EarthRot (live wallpaper)
- Fireflies (live wallpaper)

Dan galmin-nya belum di-root lhoh, tapi gak lemot. Saya belum paham benar apa kegunaan peng-root-an memori. Tapi katanya forum android Indonesia yang saya jelajahi, salah satu kegunaannya adalah untuk pembagian ram agar aplikasi tetap berjalan lancar dan tidak lemot.

Kekurangan dari galmin ini menurut saya ada pada baterainya yang sangat boros. Dalam sehari saya bisa men-charge dua sampai tiga kali. Padahal kecerahan layar sudah saya turunkan sampai 15 persen. Ada juga yang menyarankan untuk mendownload suatu aplikasi yang bisa mengontrol penggunaan batre, tapi belum saya lakukan.

Sehari di Trans Musi

Jalan Jalan, daily, review Juli 14th, 2011

Bersama tiga konco karibku, kak Anton, mbak Reni, dan mbak Didit, kami mengadakan tour de Palembang menyusurinya dengan naik bis Trans Musi. Ini adalah kali pertamanya saya naik bis Trans Musi, sebelumnya pernah juga tapi bis Trans Jogja beberapa tahun silam. Ekspektasi yang saya siapkan sebelum naik bis ini tidak terlalu muluk-muluk, mungkin di bawah standar bis Trans Jogja yang dulu saya pernah naiki. Tapi ini adalah pengalaman tersendiri yang tentunya berbeda.

Hal pertama yang harus kamu ketahui bahwa kamu itu tinggal di Palembang, bukan di Jepang atau di Belanda yang moda transportasinya baik (menurut novel-novel yang pernah saya baca). Ya, Palembang, yang sebagian warganya masih berproses dalam kesadaran disiplin, baik disiplin dalam antrian, pembayaran, kepatuhan, keindahan, atau kebersihan. Bersabar dan lapang dada adalah jalan utama untuk bahagia di perjalanan dalam bis hasyaaaahh

Tiket bis Trans Musi saat ini Rp.3000,- kemana saja selama tidak keluar halte. Ya samalah kira-kira seperti halnya yang berlaku di bis trans lainnya. Bisnya ber-AC, adeeemm. Kami memulai perjalanan kira-kira pukul 10 pagi dari halte Monpera. Bisnya masih lengang dan kami dapat duduk di kursi dengan bahagia (apasyih). Tujuan kami adalah terminal Alang-alang lebar. Saya cengar-cengir aja pertama kalinya naik bis trans ini, ya, seru dan bahagia (norak!). Beberapa foto saya ambil selama perjalanan.

ini di halte depan PTC mall
Suasana bis Trans Musi di jam lengang
di jam lengang, kondektur pun masih sempat sms-an
difoto dari atas jembatan penyebrangan PTC mall

Monpera ke Alang-Alang Lebar jauhnya kira-kira 12 km. Sesampainya di terminal, kami berganti bus ke arah PS, dan balik kanan karena Alang-Alang lebar adalah perhentian terakhir. Kami melanjutkan perjalanan melalui jalan yang sama seperti ketika pergi, tapi kemudian kami transit di halte Pahlawan dan berganti bis arah Sako, lalu berhenti di halte PTC mall. Di PTC kami ishoma, cuci mata, dan foto-foto. Foto di depan mall akan menyusul diupload.

Dari PTC mall kami bermaksud menuju Palembang Square mall (PS mall). Ini sih hijrah dari mall ke mall namanya hehe. Dari PTC kami naik bis ke arah Plaju, tapi transit di halte Pasar Gubah, menyebrang jalan dan melanjutkan bis ke PS mall sampai di halte depannya. Lalu jalan-jalan, main, shalat ashar, dan mengambil beberapa foto penting. Sebelum jam 5 kami langsung menuju halte lagi agar tidak kehabisan bis. Dari halte PS kami naik bis arah Jakabaring. Saya sendiri transit di halte Masjid Agung lalu menyambung dengan bis KM.12, tapi cuku stop sampai halte IP. Dari sana saya naik jembatan penyebrangan, jalan sedikit lalu naik becak sampai rumah.

Jalan raya besar yang paling dekat dengan rumah saya adalah Jalan Veteran. Sayangnya, jalan ini tidak dilalui oleh bis trans, entah mengapa. Banyak hal unik selama di perjalanan ini. Antara lain kami sepakat bahwa naik bis trans sejauh sampai terminal Alang-Alang Lebar kami tidak merasa lelah, padahal perjalanan yang ditempuh cukup panjang, dibanding dengan naik bis biasa. Menunggu di halte untuk bis yang dituju atau transit tidak terlalu lama, berkisar 15 menit. Ya kalau nunggu sambil melirik ke jam tiap detik tentu terasa lama. Saya juga sepakat, bahwa bis trans seperti ini adalah cikal bakal moda transportasi yang dapat menertibkan angkutan umum lainnya yang kurang mengenal disiplin.

Jujur saja, untuk saat ini saya masih senang naik motor sendiri kalau pergi kemana-kemana, karena keuntungannya yang sangat penting adalah hemat waktu dan masih lebih hemat biaya. Tapi bagaimanapun saya juga bermimpi, seandainya suatu hari nanti harga bahan bakar minyak untuk motor saya secara matematis akan lebih mahal daripada naik transportasi umum, dan atau moda transportasi yang ada di kemudian hari sudah jauh lebih baik, tentu akan ada saatnya saya beralih penuh.

Bagaimana menurutmu?